Cerita Seks Aku Di Hamili Temen Suamiku

Bokep JepangAugust 24, 2018Views 94

FilmBokepJepang – Aku lihat keluargaku dan keluarga Kokoku sangat bahagia dengan lahirnya cucu pertama mereka, karena bayi pertamaku ini adalah laki-laki yang memiliki makna penting dalam tradisi cina. Jika saya masih merasa letih dari proses yang panjang, saya bersyukur bisa tetap melahirkan dengan proses alami. Tapi aku tidak bisa lagi karena ayah biologis dari anakku tidak bisa mendampingi aku saat aku mempertaruhkan nyawa melahirkannya ke dunia.

Memang betul, anak yang baru saja kulahirkan dari benih koko atau suamiku sendiri tetapi dari benih mas Yanto, seorang pria pribumi yang merupakan mitra bisnis suamiku dan sudah berkeluarga.

Aku terbiasa khawatir anakku nantinya akan lebih mirip bapak biologisnya dibadingkan dengan ibunya, karena jika hal ini terjadi maka perselingkuhanku akan langsung ketahuan. Tapi ketakutanku ternyata tidak beralasan karena mata anakku tetap sipit dan berkulit putih dengan beberapa bagian lebih mirip mas Yanto dari pada Koko. Aku berharap akan bertemu mas Yanto nanti di jam besuk untuk memerhatikan bahwa anak-anak biologisnya itu sehat-sehat saja.

Dalam kegembiraannya Koko dan mertua perempuanku mengatakan bahwa mereka mencapai 2 sampai 3 anak lagi agar rumah tidak sepi katanya. Aku hanya tersenyum kecut karena aku tidak yakin apakah mas Yanto masih mau menghamiliku lagi? Aku juga tidak tahu kalau aku masih punya kesempatan untuk bercinta dengan mas Yanto lagi.

Namaku Syeni, usiaku saat itu 29 tahun, aku keturunan Tionghoa yang masih totok dan aku sekarang jadi ibu rumah tangga yang sehari-hari karena kedua orang itu masih tua karena masih serumah dengan orang tuanya. Aku baru menikah satu tahun dengan Koko dari perjodohan antar keluarga. Tidak bisa tidak mencari pacar untuk jadi suamiku, tapi kebanyakan pacarku tidak sesuai dengan selera orang tuaku yang cukup kolot, karena aku “terlambat kawin”.

Menurut orang-orang wajahku sangat khas oriental dengan kulit yang putih bersih, rambutku hitam lurus panjang sampai melewati bahu. Mungkin tidak bisa dibilang langsing, tapi juga tidak bisa dibilang gemuk karena tidak ada lipatan-lipatan lemak pada tubuhku. Keistimewaanku adalah ukuran dadaku yang ekstra besar tapi padat juga dengan pinggulku dan bulatan pantatku yang besar. Bila koko sudah memintaku berpakaian yang seksi, maka sangat sulit untuk tidak melihatku dengan pikiran jorok mereka.

Sebelum menikah, pergaulanku cukup bebas dalam artian aku biasa tidur Dengan pacar-pacarku sejak masih di SMA. Tidak kurang dari lima orang cowok yang pernah meniduri aku, masing-masing satu sampai satu tahun lama Hubungannya.

Tentu saja tidak banyak yang tahu reputasiku kecuali bekas cowok-cowokku itu sendiri karena orang lain tahunya adalah gadis yang baik dan aktivis gereja. Malahan dari lima orang cowok yang pernah meniduri, tiga dimensi yang mereka merenggut keperjakaan mereka.

Menikah dengan Kokoku sekarang seperti-olah hukuman pergaulan bebasku sebelumnya, ruang gerakku menjadi sangat terbatas karena hampir tidak bisa keluar rumah kecuali untuk belanja atau ke gereja. Belanja keperluan keluarga sudah terlalu melelahkan bagi mertuaku, karena aku bisa pergi karena koko juga tidak mau mengantar. Jika ke gereja sebaiknya, Kokoku dan keluarga sangat paranoid dengan gereja terutama pendeta-pendetanya tapi untungnya mereka tidak bisa melarangku untuk ikut kegiatan gereja yang tidak bisa keluar Sumbangan.

Setelah menikah, saya belum menunjukkan tanda-tanda akan hamil padahal kedua mertuaku terus-terusan bertanya karena ungkapan untuk kerah telah semakin sempit. Aku menjadi cukup stres membayangkannya karena jika ke muntah semuanya baik-baik saja. Apakah ini karena dulu aku pernah menggugurkan kandunganku sampai lima kali? Tentu saja aku tidak pernah bisa menceritakan hal ini ke dokter kandunganku. Malah aku bersyukur dokterku tidak bisa menemukan bekas-bekas aborsi yang pernah aku lakukan.

Dari setiap hubungan dengan orang kelima pacarku, masing-masing yang sudah membuatku hamil. Nafsu berahiku yang sangat besar sering membuatku lupa tempat dan waktu untuk meminta segera disetubuhi untuk pacar-pacarku. Hanya ada beberapa persetubuhan yang berhubungan dengan saya di luar spermanya di dalam tanpa memakai pengaman.

Tentu saja aku sendiri yang tahu berapa kali aku pernah melakukan aborsi, bahkan sebagian besar cowokku tidak tahu bahwa mereka telah membuatku hamil karena aku keburu memutuskan hubungan dengan mereka. Hanya pada kehamilan yang hanya diketahui orang-orang saat itu juga dan juga dalam kebingungan yang berlarut-larut dalam harga kandunganku sampai tiga bulan sebelum akhirnya bisa digugurkan.

Aku kenal dengan mas Yanto karena diperkenalkan oleh Kokoku sebelum kami menikah. Mas Yanto merupakan mitra bisnis Kokoku sejak lama, mereka mendirikan perusahaan sama-sama yang terus Berjalan sampai sekarang. ………… Alasan aku bilang aneh karena aku memang tidak pernah tertarik untuk beristri dan aku juga tidak bisa tertarik pada pria pribumi.

Umur mas Yanto lebih tua dari koko, sangat ramah dan penuh perhatian, selalu mendengar lawan bicaranya tanpa pernah meremehkannya meski dia lebih benar. Hal ini sangat berbeda dengan kokoku yang tidak pernah menanggapiku jika pendapatku sudah dianggapnya salah. Secara fisik sudah berusia 40an, mas Yanto juga terlihat seksi dengan bulu-bulu pelanggan yang lebat. Sedangkan kumis dan jenggotnya yang lebat tapi beruban menunjukkan kematangannya dengan garam asam kehidupan.

Tekanan mertua dan suami ditambah rahasia masa lalu yang tidak bisa membuat cerita tentang membuat saya sering sakit-sakitan sampai akhirnya aku bisa berkomunikasi dengan mas Yanto.

Awalnya sederhana saja, aku memang sengaja mencari dan meng-add akun mas Yanto di FBku. Rasa ketertarikanku pada mas Yanto membuatku nekat ingin lebih bisa dia berkomunikasi. Ternyata mas Yanto sama sekali tidak menanggapi dengan saya dengan mencatat tidak sampai Lihat oleh kokoku karena dia tahu persis adat buruknya. Oleh karena itu kami hanya menggunakan akun asli saat menggunakan akun fesbuk tetapi untuk mengobrol masing-masing sudah punya nama samaran lain

Awalnya hanya berkomunikasi untuk berbasa-basi saja atau bertanya-tanya seputar pekerjaan yang bisa lebih menyenangkan dia. Kokoku benar-benar terlalu malas untuk menerangkan pekerjaannya sendiri kepadaku karena aku Cuma lulusan SMA dibandingkan yang yang S1 S1 perguruan tinggi ternama dan S2 dari luar negeri. Tapi lama kelamaan aku mulai berani curhat ke mas Yanto, tentu saja hanya sebutan untuk hal-hal sepele tapi lama kelamaan karena jawaban-jawaban dari mas Yanto sangat menyejukkan aku mulai daerah pribadi.

Seperti keluhanku saat bersetubuh dengan koko sampai ke kehidupan seksku di masa lalu. Sih sih aku “terjebak” oleh kecerdikan mas Yanto yang mulai melihat bahwa pengalaman seksku lebih baik dari pada kokoku. Tapi karena dia tidak pernah menghakimi sama sekali perbuatanku, maka aku malah benar-benar benar – benar telah menemukan teman curhatku. Tentu saja aku belum berterus terang bahwa aku pernah melakukan aborsi, bahkan sampai lima kali, karena aku belum berani menebak reaksinya terhadap hal yang satu ini.

Chatting di internet memang memungkinkan orang untuk melewati batas-batas yang hampir tidak mungkin dilakukan di dunia oleh orang-orang yang sama saling asing satu sama lain. Awalnya aku yang sedang memancingnya untuk “menaikkan status” menjadi berpacaran di dunia maya karena toh sekarang kami sudah menggunakan nama samaran masing-masing. Ternyata mas Yanto bersedia saja selama kami menambahkan beberapa kode “Pengaman” untuk mencegah akun masing-masing diterobos orang lain.

Ayo kita mulai berpacaran di dunia maya, seperti pacaranku terlebih dulu untuk “Hubungan seks” dengan pacarku termasuk yang di dunia maya kali ini. Selama aku belum orgasme setelah disetubuhi koko, aku minta mas Yanto untuk memuaskanku sampai orgasme melalui persetubuhan ala mengobrol. Ketika mas Yanto bilang “aku remas remas payudaramu”, maka aku meremas-remas payudaraku dengan membayangkan mas Yanto yang melakukannya. Hanya saja sampai mengelus-elus vaginaku saja oleh chattingannya mas Yanto, aku sudah bisa orgasme.

Aku benar-benar mulai tergila-gila dengan mas Yanto dan benar-benar mulai menganggap bahwa ini adalah pacar gelapnya dia. Untuk semakin memudahkan komunikasi kami, mas Yanto lalu ajarkan saya untuk memanfaatkan webcam dari netbook saya.

Sekarang kami bisa saling melihat satu dengan lainnya. Tanpa malu-malu aku sering tampil di depan webcam mulai dari pakaian seksi, berpakaian minim, bertelanjang hingga rusuk beronani. Hanya saja hal itu hanya bisa dilakukan saat tidak ada di rumah, sedangkan mertuaku tidak mungkin bisa memergokiku karena kamarku ada di lantai 2.

Bercumbu dunia maya lama kelamaan mulai tidak cukup buatku, aku mulai terus bercinta sungguhan dengan mas Yanto. Saat aku sampaikan keinginanku ini, ternyata mas Yanto pun punya keinginan yang sama. Sangat sulit menemukan waktu yang pas untuk bertemu karena mas Yanto ingin persetubuhan yang pertama harus penuh kesan bukan persetubuhan sebentar di mobil misalnya. Hal ini membuatku hampir menjadi putus asa karena waktu yang tersedia bagiku sangat terbatas yaitu saat aku ke pasar atau ke gereja.

Tapi akhirnya itu datang juga, karena hal hal Koko tidak bisa pergi ke Singapura untuk membeli obat-obatan yang dibuat oleh dia memintaku yang pergi ke sana. Kesempatan ini tidak aku sia-siakan, aku membujuk Koko untuk membelikan aku berobat menyuburkan kandunganku di Singapura, terserah itu dilakukan di rumah sakit atau ke shinshe yang ada di sana.

Dasar sudah hoki, ternyata mertuaku sangat mendukung bahkan ikut mencarikan informasi tentang klinik yang bisa aku datangi. Akhirnya aku dapat pergi ke Singapura selama lima hari karena memang perawatannya sendiri proses pengambilan sampel sebelum dan saat masa masa suburku.

Aku mengatur jadwal kepergianku bersama-sama dengan mas Yanto, tentu saja tanpa sepengetahuan Koko. Kami akan menginap di hotel yang sama tapi kamar berbeda, mas Yanto sendiri untuk dua kamar untuk berjaga-jaga dari semua kebutuhan. Penerbangan kami tadinya akan dibuat berbeda, tetapi mas Yanto khawatir jika ada sesuatu menimpaku karena aku tidak pernah benar-benar pergi sendiri ke luar negeri Sampai akhirnya kami menggunakan jalan yang sama.

Pada hari H sesampainya di harga, aku akan bergegas ke ruang bisnis seperti yang diperintahkan oleh Yanto karena dia sudah menunggu di sana. Setelah cipika cipiki kami mencoba mengobrol, ternyata semua jadi kikuk lagi tidak selancar waktu ngobrol di internet tapi akhirnya mas Yanto berhasil mencairkan suasana dengan gurauan-gurauannya.

Meskipun kami melakukan upaya sewajar mungkin tetapi tidak bisa dipungkiri tetap terlihat ada suasana kemesraan di antara kami. Sebagian orang di sana sering melirik kami dengan melihat karena melihat beberapa orang pribumi sawo matang berbaju kasual dengan Cina putih yang sangat sipit yang berbaju seksi.

Akhirnya waktu untuk boarding tiba, sebelum kami masuk ke ruang tunggu mas Yanto tiba-tiba tiba-tiba berbisik untuk membuka celana dalamku di toilet bisnis lounge sebelum naik pesawat. Mukaku sampai merah merona karena jengah mendengarnya dan saat itu aku sedang menggunakan rok mini yang tinggal 1/3 paha saat sedang duduk tapi mas Yanto keukeuh pada permintaannya. Aku tidak mengerti tapi aku turuti kemauan mas Yanto yang menungguku lepas celana dalamku di luar pintu toilet dengan senyuman nakal.

Cerita Lainnya:  Cerita Sex Nafsu Sudah Membutakan

Entah bagaimana caranya mas Yanto bisa berkumpul bersama kami di tempat yang berdekatan dengan check-in kami terpisah dan kami duduk di baris yang memang hanya ada dua kursi saja. Aku kembali terheran-heran saat mas Yanto mengambil selimut yang tersedia di bagasi kabin dan memakainya untuk menutupi pahaku yang hanya tertutup rok mini.

Pikirku mungkin mas Yanto tidak bisa dipakai dengan wanita yang seksi karena istri dan anak perempuan mas Yanto sehari-zaman pakai jilbab. Hal yang berbeda dengan Kokoku yang selalu menguntungkan aku pakaian seseksi mungkin, karena sangat besar dan berkilau dia selalu membelikan aku baju-baju yang membuat Lebih dari ukuran dadaku semakin terlihat.

Di dalam karya aku mulai berani bergelendotan manja dengan mas Yanto yang membalasnya dengan kecupan-kecupan kecil di pipi dan bibirku. Jantungku mulai berdebar kencang membayangkan apa yang akan kami lakukan selama beberapa malam ke depan tanpa gangguan. Setelah pesawat lepas landas, mas Yanto mulai masuk kebalik selimut yang tertutup pahaku. Sekarang aku jadi mengerti tujuan mas Yanto menyuruhku membuka celana dalam dan kemudian menutupinya dengan selimut. Tanpa kusadari kulit wajahku kembali dengan merona dan nafasku mulai memburu, masahal tangan mas Yanto baru memijat-mijat pahaku saja.

“Hhhhhhhh….” Aku mendesain pelan saat mas mas Yanto mulai mengusap-usah pangkal pahaku.

Secara naluriah saya membuka pahaku selebar yang memungkinkan di kursi dan posisi duduk duduk sedikit melorot pada sandaran kursi. Seluruh bagian vaginaku lebih mudah.

“Ahhhh… mmmassshhhhh….” Aku mendesah tertahan sambil memeluk tangan mas Yanto yang membuat kelentitku untuk menggunakan jari-jari kami dan jari-jari vaginaku mulai membasahi lubang senggamaku.
“Masukin massh… ohhh… masukiiiinnnn… aja… massshhhh…” Erangku karena sudah tidak tahan lagi kalau jari-jari mas Yanto hanya menggesek di luar lubang senggamaku saja.

CLEEPPP… .. kurasakan salah satu jari mas Yanto sudah masuk ke dalam liang senggamaku
Srrtt..srrttt… .srrrtt… dengan cepat jari itu keluar masuk liang senggamaku di balik selimut.

“A… a… a… .a…” aku berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengeluarkan jeritan kenikmatanku hingga akhirnya tanpa sadar aku menggigit-gigit dari loop mas Yanto yang dari tadi sudah aku peluk.

“Ooohhh Tuhaann… .oohh Tuhann… nikmat sekali… ohhhh…” Gumamku saat kurasakan orgasmeku secata tiba

“Oucccchhhhhhhh… ..masss… .ahhhhhh….” Tanpa sadar aku menggeliat di kursi saat orgasmeku datang dan membuat selimutnya melorot walapun mas Yanto masih terasa manis kembali.

“Aduuuh enak sekali mas… terima kasih ya…” Kataku sambil membantu mas Yanto membersihkan jari-jari yang ada di belepotan oleh cairan vaginaku sampai ke shock dan telapak statis.

Aku juga akan mencopit mas Yanto karena cemburu bercampur seorang pramugari yang sedang bermain dadu dengan memasukkan jarinya kedalam bibirnya wal mas Yanto hanya menanggapinya dengan senyum ramah biasa. Mungkin pramugari itu bisa berlaku apa yang dilakukan mas Yanto kepadaku dari balik selimut yang tertutupiku.

Fantasiku mulai melayang ke mana-mana, bayangkan saja dalam waktu kurang dari 5 menit dan hanya dengan jari-jari saja mas Yanto bisa membuatku orgasme. Selama ini semua cowok yang sudah meniduri saya jarang sekali bisa membuatku orgasme. Aku jadi tidak mau sabar mau segera badan dengan mas Yanto, kata beberapa temanku penis orang pribumi rasanya lain dan gaya mereka bercinta juga berbeda. Dari pengalamanku berhubungan badan dengan Koko atau kelima pacarku yang semuanya Cina, semua rasanya sama saja di dalam liang senggamaku meskipun ukuran penisnya beda-beda.

Beberapa menit kemudian pesawat sudah mendarat di Bandara Changi dan kembali saat kami menuju ke arah lain orang-orang yang sering melihat kami dengan melihat ganjil atau menyenangkan nakal. Waktu aku tanya ke mas Yanto apakah dia melihat seperti yang aku lihat atau hanya perasaanku saja karena pertama kalinya kami bepergian bersama.

Mas Yanto menjawab bahwa dia juga melihat apa yang aku lihat, menurutnya selain perbedaan ras wajah kami memang jauh berbeda. Mas Yanto berpenampilan dewasa dan kalem, sedangkan aku terlihat seksi dan nakal karena mungkin sudah dibiasakan oleh Kokoku.

Saran dari mas Yanto adalah aku Perubahan sedikit penampilanku agar kami tidak jadi terlalu mencolok. Meskipun tidak mengatakannya secara langsung, aku juga memahami bahwa dia tidak akan seperti wanita bayaran yang mendampingi pengusaha atau pejabat pribumi yang sedang berlibur.

Tanpa terasa kami sudah sampai di hotel Grand Hyatt di Scotts Road yang biasa di pakai Koko kalau dia ke Singapura. Kamar-kamar kami selain berbeda juga berada di menara yang terpisah dengan lift sendiri. Mas Yanto sudah membandingkan semuanya dengan cukup teliti karena dia tahu betul sifat Kokoku. Mas Yanto juga sudah membeli Kartu SIM lokal untuk kami pakai bersama di Singapura.

Begitu sampai ke kamar saya mulai gelisah karena sangat kangen dengan mas Yanto, apalagi dengan kejadian di pesawat tadi. Tapi mas Yanto pesan bahwa aku tidak mengontak dia tapi harus menunggu dia yang mengontak karena dia belum mempersiapkan HPku untuk menyebutkan nomor lokal tadi.
Ting… toooooong… tiba-tiba saja aku bel berbunyi

Ternyata mas Yanto yang ada di luar pintu. Aku segera membukakan pintu untuknya dan membalasnya dengan gembira karena benar-benar tidak menyangka mas Yanto akan ke kamarku Lain.

Hhhhhhmmmmmpppphhhh…. Aku langsung mencium bibirnya dengan penuh rasa rindu sampai lupa menutup pintu kamarku.

“Kok lama sekali datangnya…. ? ”Kataku manja setelah kami selesai berciuman, padahal aku sendiri baru saja mengisi koper dan bersih-bersih sedikit tapi belum ganti baju.
“Saya sebelumnya harus cari tahu dulu siapa pemilik benda ini …” jawab mas Yanto sambil melakukan tes dalam hal-hal yang transparan di dalam Cengkareng.

Rupanya mas Yanto berhasil mencomotnya dari tasku tanpa aku rahasia.

“Aduuuuh kok jadi ada di sana sih?” Mukaku langsung berubah merah karena malu.

Waktu aku berhasil merebut kembali malahan mas Yanto kembali memelukku dengan satu pelajaran lain yang berhubungan langsung dengan masuk rok mini yang memang tidak bisa memakai celana dalam lagi. Aku segera merilis rok miniku itu Sekarang bagian bawahku sudah telanjang. Mas Yanto langsung meresponnya dengan melepaskan celana yang dipakainya dan kemudian celana itu.

“Iiiiiihhhhhhhh…. !!! ”Spontan aku putus kaget waktu melihat penis mas Yanto yang sudah mengacung ke arahku.

Penis mas Yanto ukurannya biasa-biasa saja, tapi yang sangat berbeda adalah warnanya yang hitam kemerahan dan bentuknya yang pipih bukan bulat. Di sekeliling penisnya terlihat banyak urat-urat pembuluh darah yang menggelembung kelenjar itu seperti batang pohon yang dililit oleh akar-akar bahar disekelilingnya. Aku merasakan liang senggama di vaginaku berkontraksi dan mulai lembab karena bentuk penis Yanto yang adalah sesuatu yang menyeramkan bagiku tetapi mulai membangkitkan semangat dengan seketika.

“Kenapa sayang?” Tanya mas Yanto keheranan.
“Aku belum pernah melihat penisnya pri… eh… seperti ini” Jawabku kagok
“Maksudnya belum pernah liat penis orang pribumi ya?” Canda mas Yanto
“Mau cicipin sekarang?”
“Mauuuuu….” Kataku manja sambil mencium mas Yanto, sedangkan tangan kananku ganti penisnya.

Vaginaku semakin lembab oleh cairan dan mulai terasa berdenyut-denyut karena aku terangsang sendiri saat menggenggam penis mas Yanto. Ketika menggenggam penisnya yang pipih, aku seperti sedang istirahat ikan lele yang besar yang berontak ingin lepas.

“Masukkin langsung aja massal…. Aku udah ga tahan pengen diijut ”kataku memakai istilah dalam bahasa sundajalanan untuk bersetubuh.

Tanpa menunggu lagi mas Yanto langsung mendorong tubuhku ke dinding kamar hotel, kemudian dengan menekuk kedua lututnya penisnya mulai diarahkan vaginaku untuk mencari lubang senggamanya. Kepala penis mas Yanto aku pegang dengan jari-jariku untuk membantunya mencapai liang senggamaku. Terus terang aku belum pernah bersetubuh sambil berdiri dengan cowok-cowokku sebelumnya, buang dengan Kokoku.

“Aaaaahhhhhh ……” Aku mendesah saat kepala penisnya masuk ke dalam liang senggamaku, mas Yanto tidak langsung memasukkan seluruh batangnya tapi memutar-mutar dulu kepala penisnya seolah-olah ingin putaran situasinya dulu.

BLESSSSSSSSS ……

Pelan-pelan batang penis mas Yanto masuk ke dalam liangku sampai masuk dengan mulus karena vaginaku benar-benar sudah siap menerima tamu.

“Adddddaaaawwwwwwww… ..auhhhhhh… aaaahhhhhh….” Aku mengerang kenikmatan.

Sambil panas menyangga kedua pantatku, mas Yanto meluruskan kembali sesuaian yang tadi ditekuk lekas dikeraskan ke atas seperti melayang dan berasa nikmat sekali. Kemudian aku diminta untuk melingkarkan kaki di pinggulnya sedangkan tanganku memeluk lehernya.

Mas Yanto mulai memompa penisnya keluar masuk vaginaku dengan gerakan pelan sambil sedikit tajam sedang dipaku di dinding dengan penis sebagai pasaknya. Cairan vaginaku mengalir dengan derasnya sampai keluar dan membasahi bulu kerangkuuni.

“Ahhh… .ahhhh… hehhhh… hehhhh… ahhhh… ahhh” aku terus mengeluarkan desah nikmat berikut irama Gerakan penisnya dengan mata sipitku yang terpejam.

Pakaian bagian atasku yang masih lengkap dengan BH karena belum kulepas mulai kusut dan basah oleh keringat, pakaian mas Yanto juga sudah mulai acak-acakan. Posisi bersetubuh kami memang tercakup pada bagian pinggul kebawah tidak.

“Aduuuhhhh massshh… enak sekali… .ahhhh… .enak terusshhh… shhhh…” Aku mulai meracau bersama denga semakin memuncaknya rasa nikmatku.
“Aaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh ……… masssssssss …… .akuuuu… dappppaaaaaaaattt” aku menjerit saat orgasmeku dek dengan tiba tiba

Kaki dan tanganku langsung menjepit tubuh mas Yanto dengan kencang, mukaku terasa memerah dan mata sipitku tiba-tiba Tiba tiba melotot saat mencapai puncak kenikmatanku dari penis orang pribumi pertamaku.

Setelah klimaks orgasmenya berlalu, aku langsung merasa lemas tidak lagi kuat dan menjuntai pinggang dan terjuntai lemas. Mas yanto berhenti pompaannya, kemudian memelukku dan menyandar kepalaku di bahunya lalu aku dibopongnya ke ranjang dengan penisnya masih ada di dalam vaginaku.

“Uuuuuuuuhhhhhhhhhhh… ..” aku melenguh nikmat saat penis mas Yanto terlepas dari vaginaku setelah membaringkanku di tempat tidur.

Dengan telaten mas Yanto melepas baju dan BH yang tersisa, kemudian dia melepaskan juga bajunya sendiri, sekarang sudah ada telanjang bulat. Aku lihat penis mas Yanto masih tegak melengkung ke atas dan berkilat-kilat balik cahaya dari layar TV. Rupanya mas Yanto masih belum ejakulasi, padahal biasanya cowok-cowokku ejakulasi duluan sebelum aku orgasme atau paling tidak bersamaan datangnya.

Kakiku direntangkannya lebar-lebar dengan satu pikiran yang lain yang mengocok-ngocok penisnya sambil diarakan ke liang senggamaku.
BLESSSSS… .. dengan sekali genjotan pada pinggulnya seluruh batang penisnya langsung masuk ke dalam vaginaku sampai kepangkalnya.

Cerita Lainnya:  Aku Menikmati Istriku Di Entot Pria Lain

“Auuuuuhhhhhhhhhhhhh… ..Masshh… pelan-pelan” jeritku karena merasa sedikit ngilu pada vaginaku akibat persetubuhan kami yang sambil berdiri tadi.

Dengan lembut mas Yanto mulai menggerakkan penisnya maju mundur di dalam liang senggamaku yang belum terlalu kotor setelah tadi rehat untuk mengulum penis yang tadi. Meskipun begitu bukan berarti kenikmatannya berkurang, namun mas Yanto memang sangat telaten mencari-cari daerah di dalam rongga liang senggamaku yang lebih sensitif dari disentuh dengan penisnya.

“Aduh mas enak sekali di situ… .ohhhh… .ohhhh… .oohhhhhhh” Reaksi spontanku terhadap titik sensitif yang disentuh penisnya juga menjadi sangat membantu mas Yanto untuk mengerti kebutuhanku.

Tanpa harus menunggu lama vaginaku mulai basah lagi…

CROK…. CROK…. CROK…. CROK… .CROK… .mulai terdengar bunyi nyaring dari cairan vaginaku yang terpompa keluar oleh gerakan penis mas Yanto.

“Ohhhhhh… .enak sekali… ahhhh… .ahh… ..ahh….” Aku terus mendesah nikmat

Mas Yanto menaikkan kakiku ke bahunya dan mengubah posisi badannya menjadi setengah berjongkok. Benteng pinggulku biasanya terangkat juga. Dalam posisi ini tanpa ampun mas Yanto memompakan penisnya dengan sangat pintar membuatku tubuhku bergoyang-goyang sesuai irama pompaannya. Penisnya terasa melesak sangat dalam ke arah rahimku membuatku ingin meraung raung kenikmatan kalau tidak malu sama mas Yanto, akhirnya aku meremas-remas dan menggigit-gigit bantal yang ada di kepalaku sebagai pengalihannya.

Baca Juga: Ceritasex Anak SMU Tetanggaku

“Arrrrkkkhhhhh… .arrrkkkkkhhhh… .arrrkkkkhh…” Pada akhirnya, hanya erangan tertahan dengan badan yang melenting-lenting di ranjang. CROK… CROK… CROK… .CROK… CROK… Bunyi becek dari vaginaku makin keras terdengar

“AAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH ……” Aku melolong kenikmatan saat aku kembali mendapat orgasme. Mataku yang sipit membelalakleks sebelum berputar hanya kelestarian putih matanya saja.

Pompaan penis mas Yanto makin lama makin pelan redanya puncak orgasmeku, kakiku juga keluar dari tubuhku sambil menindih tubuhku.

“Kamu bisa menikmatinya sayang?” Bisik mas Yanto sambil mencium bibirku dan mengecup-ngecup pipi serta leherku “Aku belum keluar lhooo…”
“Enak sekali mas, benar-benar merupakan pengalaman yang sama sekali baru” Jawabku sambil membalas ciuman dan kecupannya.

“Mas mau minta syeni ngapain kenua mas bisa keluar?” Aku menawarkan bantuan agar mas Yanto bisa ejakulasi.

Mas Yanto Minta kami Mengubah posisi dengan saya tanpa diandal lepas penis dari vaginaku terlebih dulu. Akhirnya sambil berciuman kami berguling di belakang sampai posisi kami di sisi lain. Aku lihat bed cover tempat kami bersetubuh sebelumnya sudah mandi dengan cairan vaginaku.

“Ahhhh….” Aku mendesah pelan saat payudaraku dicium dan diremas oleh mas Yanto.

Dengan lahap menempatkan payudaraku di hisap-hisapnya, sedangkan payudaraku yang lain di remas-remas dengan praktis. Payudaraku sangat besar, telapak tangan telapak tangan mas Yanto yang sudah lebar hanya bisa meremas tidak sampai setengah bagiannya.

Sambil menikmati permainan mas Yanto pada payudaraku dalam kondisi setengah tengkurap aku mulai bergerak memaju mundurkan pinggulku untuk menggesekan penis Yanto dalam lubang seggamaku.

“Ohhhhh… .shhhhh…” Aku kembali mendesah menikmati hasil dari pergerakanku sendiri.

Makin lama aku makin lebih cepat dan diimbangi oleh mas Yanto dengan gerakan pinggulnya yang lewat penisnya makin hebat saat gerakan mundurku membuatku menjerit-jerit nikmat.

“AAAAHHHH… .AHHHHH… ..AHHHHHH… .AAmmmpppphhhhhh” Jeritanku terkadang disumpal mas Yanto dengan ciumannya, mungkin dia khawatir jeritanku “berbicara” tamu-tamu lain.

Aku kemudian memerintahkan untuk mengambil posisi dengan badan yang lebih tajam seperti sedang menaiki kuda. Gerakanku sekarang naik turun. Mas Yanto tetap mengimbangiku dengan menaikkan pinggulnya untuk setiap gerak bawahku yang membuat seolah penisnya menancap dalam-dalam tembus sampai jantungku. Belum lagi kegiatan fotografi yang meremas payudaraku, mempermainkan putingnya atau mempermainkan kelentiku.

“Mass… enak mashhh…. Kontolnya enak sekali… .mashhh kontolnyaaaahhh ”

Aku meracau dengan pilihan kata-kata yang sudah tidak terkontrol lagi. Maklum sebagai orang yang berasal dari keluarga cina totok, saya hanya bergaul dengan pekerja pribumi tingkat bawah di toko atau perusahaan kami yang pilihan bahasanya sering kali kasar.

“Ohhhh… .ohhhhh… ohhhhh… .ohhhh… ..”

Gelombang orgasme terasa mulai muncul Lagi aku mulai mempercepat gerakanku. Butir-butir keringat mulai muncul di sekujur tubuhku membuat tubuhku menjadi kuning berkilatan. Rambutku yang asalnya panjang terurai sampai ke punggung memulai acak-acakan sebagian dari mukaku sampai ke dadaku.

“Mass… .aaakkkuuu udaaah mau dappaaatthhhh… ..” Teriakku dengan tubuh bergetar karena diterjang gelombang orgasme yang begitu nikmat.

“Syeniii… .saya juga akan keluarrrr….” Sambut mas Yanto sambil menahan pinggulku bawah dan dia sendiri melentingkan tubuh untuk membuat penisnya tertancap dalam-dalam.

“Ouuhhhhh… keluarkan semua pejunya masshhh… .untukkuu… ..” keluarnya udara mani di dalam tubuhku seperti bonus bagi kenikmatan sebelumnya.

SROOOOTTT… .SROOOTTT… .SROOOTTTT… .SROOOTTT… .SROOOOTTT… srrrt… srrttt… srttt
Lima semprotan air mani yang kuat aku rasakan membanjiri rahimku ke beberapa semprotan kecil setelahnya.

Untuk mengungkapkan aku seperti tidak sadarkan diri, tidak ada yang bisa aku ingat selain kenikmatan puncak yang sedang aku rasakan sekarang. Orgasme yang dibarengi dengan semprotan air mani mas Yanto merupakan orgasme pamungkas yang sempurna bagiku.

Setelah berahiku mulai reda badanku ambruk di atas tubuh mas Yanto yang segera memelukku dengan mesranya. Rambutku yang acak-acakan dirapikannya dan kemudian menciumi aku dengan hangat.

“Syeni, kamu sangat luar biasa…. Saya benar-benar dipuaskan oleh kamu ”Bisik mas Yanto kepadaku dengan suara yang mesra.

“Mas Yanto juga hebat sekali… aku sangat menikmati ijutannya bikin ketagihan” Jawabku malu-malu dengan nafas masih belum teratur.

“Memenuhi semprotan pejunya juga sangat enak, nikmat sekali….” Lanjutku sambil tersenyum manis.

“Kamu mau aku cariin pil anti hamil untuk berjaga-jaga?” Mas Yanto bertanya ingin tahu apa yang aku katakan tentang semprotan air maninya di dalam tubuhku tadi.

“Ga usah mas, malah lebih baik kalau aku bisa punya anak dari mas…” Kataku manja hingga jadi malu sendiri dan membenamkan mukaku di dadanya.

Mas Yanto kemudian mengangkat mukaku dan memandangku dengan lembut tapi terlihat serius “Syeni kamu melukis baik-baik dulu, jangan sampai omongan kamu itu hanya Kasihan karena kita habis bercinta”

“Tapi saya tidak suka kalau Syeni memang ingin dibuahi dengan benihku” Lanjut mas Yanto

Aku hanya mengangguk sebagai jawaban karena tekadku sudah bulat, bahkan sebelum aku benar-benar sudah bertekad untuk punya anak dari mas Yanto saja dari pada dibilang tidak di pinggiran oleh keluarga kokoku.

“Aaaahhhhhhhhhhhhhh….” Aku kembali mendesah saat mas Yanto melepas penisnya yang mulai lunak kembali.

Dia akan mengambil lebih sedikit dari kamar mandi yang sudah di beri udara hangat, dengan lembut dibas vaginaku dengan handuk sampai bersih baru dia membersihkan penisnya sendiri. Setelah membuka bed cover yang basah oleh keringat kami dan cairan vaginaku, kami kembali ke ranjang dengan tetap bertelanjang bulat. Saat itu kami pergunakan untuk “lebih mengenal” setiap hari yang sebelumnya dipergunakan.

Bulu vaginaku yang hitam dan bentuk pohon sawit merupakan favorit mas Yanto selain kelentitku yang panjang. Mas Yanto juga bisa menebak bahwa aku udah pernah hamil lebih dari dua bulan sebelum digugurkan hanya dari bentuk putingku yang memang sudah membesar dan lebih gelap setelah aku masih perawan.

Aku hanya bisa mengiyakan dan minta maaf karena tidak berterus terang sebelumnya sambil jantungku jadi berdebar takut perasaan mas Yanto jadi berubah terhadapku. Mas Yanto tidak marah, hanya dia yang berpesan ingin mencari tahu tentang apa yang dihamili olehnya, maka dia tidak ingin saya menggugurkan kandungannya lagi.

Saat aku bertanya mengapa penisnya berbeda dengan penis-penis yang mungkin aku kenal ada hubungan dengan ras. Dia mengatakan bahwa penis adalah sudah disunat sejak kecil. Pertumbuhannya berbeda dengan penis-penis yang tidak disunat atau disunat setelah dewasa. Penis cowok-cowokku memang ujungnya tertutup kulit saat sedang tidak berereksi sedangkan kepala penis mas Yanto langsung terbuka dengan lekukan miring dilehernya menjadi batas yang jelas dengan batang penisnya.

Aku terus kulum penis mas Yanto sampai berereksi lagi sekarang aku bisa melihat dari dekat benda yang tadi membuatku meraung-raung kesenangan. Tanpa sadar aku terhanyut untuk menghisap dan menjilati kepala penis mas Yanto sampai mas Yanto akan mendapat ejakulasi lagi. Dia minta aku untuk menelan seluruh udara maninya dan tentu saja aku mau melakukannya dengan senang hati wal sebelumnya aku tidak pernah mau kamu disuruh oleh cowok yang pertama dan juga Kokoku.

Mas Yanto bukan hanya berbeda dengan rasa penisnya, tetapi juga berbeda dalam gaya bercintanya yang selalu mengutamakan kepuasanku terlebih dahulu. Dia juga membuat saya tetap punya harga sendiri hanya sebagai pacar gelap atau wanita simpanannya.

Lebih dari itu aku selalu terlibat sebagai objek pemuas syahwat bagi cowok-cowok yang meniduriku. Pada saat dibutuhkan, hal itu tidak terlalu menyenangkan, tetapi sangat mendesak pada saat mereka membutuhkanku karena mereka tidak mau tahu apakah saya sudah siap atau tidak.

Selama di Singapura kami bercinta sebanyak 3 sampai 4 kali dalam sehari, saat bercinta di pagi hari kami digunakan untuk mengeluarkan udara di luar ruangan saat masuk tidak masuk ke dalam rekam medisku. Tapi untungnya metoda terapi mereka tidak membelangi saya bercinta selama pengobatan pengobatan.

Beberapa teknik bercinta kilat juga kami coba praktekkan tidak perlu untuk melodi selama kami di sana, tapi mas Yanto yakin bahwa setelah sampai ke Bandung, kesempatan untuk bercinta benar-benar akan sangat terbatas. Bercinta di mobil atau di motel-motel waktu singkat akan menjadi terlalu besar dan mas Yanto ingin memastikan bahwa saya bisa mencapai orgasme satu kali.

Sesaat setelah mendarat di bandara Cengkareng, mas Yanto kembali mengajakku bercinta di hotel. Bandara sebanyak dua kali untuk memastikan pembuahanku dengan benihnya saat yang aku sedang dalam masa suburku sebelum akhirnya kami pulang dengan menumpang perjalanan yang berbeda.

Begitu aku sampai rumah Koko langsung menyetubuhiku tanpa memperdulikan apakah aku sedang muntah atau tidak. Tiga malam selanjutnya seperti siksaan bagiku karena Koko terus menerus ingin menyetubuhiku, katanya untuk menghasilkan masa yang efektif bagi saya.

Akhirnya aku hamil dan naluriku yakin bahwa benih jabang bayiku adalah mas Yanto bukan suamiku. Aku dan mas Yanto masih sering bertemu untuk bercinta hingga 8 bulan, pengelola motel sering melihat kami dengan bertanya-tanya melihat ada wanita hamil besar masih sewa waktu singkat di motelnya dia. Meskipun begitu keluarga suamiku menjadi sangat gembira dan tidak ada kecurigaan sama sekali yang ada dari orang lain… mitra bisnis suamiku sendiri.

(Visited 372 times, 1 visits today)
Categories
WhatsApp chat